Tak pernah kuingkari rasa kasih
sayangku buatmu seperti air bah yang menggenang. Aku seperti orang bodoh yang
terus saja melakukan salah yang sama dan berulang-ulang. Aku seperti manusia
yang tidak punya otak. Yang kumau hanya kamu sehat dan bahagia, walau itu harus
kubayar dengan rasa perih di hati. Dan mungkin kamu pun tak pernah tahu akan
perih yang kurasa. Orang-orang yang tulus menyayangiku pun tak pernah rela melihat aku
menderita seperti ini.
Bahagia aku bila melihat matamu
yang berbinar-binar ketika memandangku. Aku pun tak tahu apakah itu juga kamu lakukan untuk wanita lain? Aku pun tak tahu mengapa kamu tega
mencampakkan dan membuat hatiku semakin perih? Apakah begitu caramu
menyayangiku? Atau memang kamu yang tega mempermainkan perasaanku? Tolong pergi dari hidupku, biarkan aku tenang dalam kesendirian. Tenang dalam menanti pendamping hidupku.
Aku pun akan menikam sendiri
untuk seluruh rasaku, agar aku sembuh dari semua luka yang kau timbulkan. Aku harus
tega pada perasaanku sendiri. Aku harus bangkit untuk membuang semua rasaku. Aku
tak boleh kalah dengan perasaanku dan mengikhlaskanmu yang telah mewarnai
hidupku.
